Sakinah Mawaddah Wa Rahmah ala Nabi Ibrahim

Lelaki tua itu berjalan tertatih. Hawa panas gurun membasuh seluruh tubuhnya. Di sampingnya berjalan seorang perempuan muda sambil menggendong bayinya yang masih merah. Mereka berjalan kaki menyusuri gurun pasir yang ganas dari Syam (Syria) hingga sampai di suatu daerah, Gunung Faran di Makkah. Lelaki tua itu menempatkan isteri dan anaknya di sebuah lembah gersang dan asing, lalu beliau pergi meninggalkan mereka berdua.

Sambil memegang baju suaminya, Si wanita muda memelas ingin pulang: “Ya Ibrahim, suamiku kemanakah gerangan engkau akan pergi meninggalkan kami, padahal kami tidak memiliki bekal apa-apa?”

Lelaki tua yang tidak lain adalah Sang Nabi diam tidak menjawab, karena sesungguhnya dia sendiri tidak tahu apa-apa kecuali hanya karena titah Allah semata, yang harus dia taati dan turuti selamanya. Sayyidah Hajar semakin penasaran untuk mengetahui gerangan apa motivasi suaminya berbuat demikian, sampai akhirnya dia bertanya: “Allah-kah yang memberikan titah ini? Ya, jawab Ibrahim As singkat”. Sang isteri segera mengerti seraya berkata: “Pergilah wahai kanda, jika ini adalah perintah-Nya, pasti Dia tidak akan membiarkan kita.”

Subhanallah, sebuah nilai keimanan yang dalam, sebuah keyakinan yang sangat mengagumkan. Betapa tidak, seorang perempuan bersama anaknya yang masih disusuinya, berada di suatu tempat yang asing dan gersang, tanpa air dan makanan.. Namun demikian, mereka tunduk pada perintah Allah dan meyakini kebenaran janji-Nya akan datangnya jalan keluar. Betapa agung kedudukanya di sisi Allah Swt, betapa banyak kebaikan yang memancar dari kesalehannya. Continue reading “Sakinah Mawaddah Wa Rahmah ala Nabi Ibrahim”

Ikhlas dan Kemenangan

Di sebuah majelis bernama SDIT Insan Permata Darun Nadwah, para pemimpin Quraisy berkumpul guna menentukan sikap terhadap Rasulullah Saw.

“Sudah berkali-kali kita membicarakan kepergian Muhammad dan pengikutnya ke Yatsrib, tetapi sampai saat ini tidak ada satu pun tindakan yang bisa kita lakukan!” ujar seseorang.

“Betul, padahal persoalan ini begitu gawat buat kita. Sadarilah oleh kalian, jika Muhammad dan pengikutnya berkumpul di Yatsrib, suatu saat bisa saja mereka datang ke sini dan menyerang kita!” Continue reading “Ikhlas dan Kemenangan”