Israel Usir Ratusan Warga Palestina

israel-usir-warga-320x156dakwatuna.com – Tepi Barat.  Pasukan Israel mengusir ratusan warga Badui di sebuah desa, Tepi Barat. Israel beralasan desa itu masuk dalam zona latihan perang pasukan Israel.

Seorang pemimpin di daerah setempat, Aref Daraghmeh mengatakan penduduk desa Wadi Al Maleh, yang sebagian besar penggembala, meninggalkan desa mereka pada malam hari. Kebanyakan mereka pindah ke desa-desa tetangga yang memang berbatasan dengan Yordania.

Sementara itu, di waktu yang sama Israel juga menghancurkan bangunan milik warga Palestina di Tepi Barat dan Jerusalem bagian timur. Padahal Amerika Serikat (AS) bersama dengan Liga Arab sedang mencoba menghidupkan kembali perjanjian perdamaian yang telah lama mandek.

Pada bulan Januari lalu, warga desa Wadi Al Maleh juga menerima perintah yang sama namun kembali dua hari kemudian. Di tahun 2010, setidaknya 90 bangunan dihancurkan Israel termasuk kandang domba mereka.

Continue reading “Israel Usir Ratusan Warga Palestina”

Cristiano Ronaldo juga baca “Bismillah”

311072_340035939433007_1009820881_n bismillah

 

Ozil :
Saya Selalu Di Ingatkan Ronaldo Untuk Ucapkan Bismillah..
(RESPECT)

Kabar seputar Cristiano Ronaldo
tertarik dengan ajaran Islam memang
selalu menarik belakangan ini.
Terlebih lagi rekan setimnya di Real Madrid
yang memberitahukan hal tersebut
kepada media, Mesut Ozil..

Seperti yang diketahui sebelumnya,
Gelandang asal Jerman ini mengatakan
bahwa Cristiano Ronaldo gemar
menunggui ia saat mengaji atau sholat
di Santiago Bernabeau.
Ozil mengungkapkan bahwa kapten timnas
Portugal itu senang mendengar
lantunan ayat Al-Quran yang ia bacakan
ketika melakukan ibadah.
Terlebih lagi Ronaldo kerap membela
Islam di dalam setiap kesempatan.
Dia menolak memberikan kausnya kepada
pemain Israel ketika ia tengah membela
Portugal saat kualifikasi Piala Dunia
2014 kemarin.

Tak hanya itu, ia mengungkapkan bahwa Palestina adalah
negara sesungguhnya dan negara
Zionis itu adalah penjajah…

Ronaldo juga tak segan mendonasikan
hartanya untuk korban perang serta
membangun pemukiman di Palestina
belakangan ini.
Jutaan euro ia kucurkan
sewaktu membangun sekolah di jalur
Gaza pada tahun 2011 lalu, ia paham
sekali bahwa agama Islam selalu
mengajarkan kedamaian.

Tak heran bahwa kini ia bersahabat
dekat dengan Ozil.
Menurut eks gelandang Werder Bremen ini CR7 selalu
mengingatkan untuk membaca Bismillah
bila ia lupa.

“Cristiano adalah teman baik.
Bila saya di kamar ganti dan lupa membaca
Bismillah, ia mengatakan:
Ozil, kamu lupa membaca Bismillah,” ungkap
gelandang berusia 24 tahun itu kepada
Marca. |mindtalk|..

Gimana dengan anda para pembaca.. ???

sudahkah membaca Bismillah hari ini.. ???

Madrasah Yatim Burma di Yangon Dibakar 13 Hufadz Wafat

sekolah-320x189dakwatuna.com – Kebakaran di sebuah sekolah Islam di kota Rangoon, Burma, telah menelan korban 13 anak meninggal dunia, laporBBC Selasa (2/4/2013), yang mengutip keterangan pejabat setempat.

Jurubicara polisi Thet Lwin kepada APmengatakan, gedung berlantai dua, yang merupakan bagian dari sebuah masjid terletak di daerah timur kota Rangoon, itu menampung sekitar 75 anak yatim. Sebagaian besar anak-anak lari keluar saat polisi mengetuk tempat itu, tulis BBC.

Lebih lanjut BBC menulis, Pasukan Kepolisian Myanmar (Burma) dalam laman resmi Facebook-nya mengatakan bahwa korban meninggal karena terbakar atau menghirup asap. “Menurut penyelidikan oleh petugas kepolisian kota itu, kebakaran terjadi akibat tinggi voltase listrik yang berlebihan,” katanya.

Asrama tersebut mengunci pintu-pintunya karena ketegangan yang belakangan ini terjadi, sehingga anak-anak berjuang untuk keluar, tulisBBC.

Sementara itu situs berita Burma dan Rohingya,Mayupress melaporkan, pada 2 April 2013 sekitar pukul 2.45 dini hari waktu setempat Sekolah Agama Islam Swardikiyah yang terletak di Jalan Ke-48, Botataung, Yangon (dulu bernama Rangoon-red), dibakar dan 13 muridnya terbakar hidup-hidup. .

Terkait kondisi yang tidak dapat dihindari sekarang ini, sekolah itu sementara ditutup dari pelajaran reguler dan masih menyisakan sekitar 70 siswa di sana. Saat kebakaran terjadi, 55 orang di antara mereka berhasil membebaskan diri dari lalapan api. Malangnya, 13 santri yang berusia di bawah 13 tahun terbakar hidup-hidup dalam peristiwa itu.

Berbeda dengan laporan BBC dan AP yang mengutip pejabat dan kepolisian Burma, Mayupress melaporkan bahwa kebakaran terjadi bukan disebabkan arus listrik tegangan tinggi, melainkan karena sengaja dibakar.

Pertama kali api terlihat di tempat penyimpanan sepatu. Saat para santri berusaha menyelamatkan diri, mereka terpeleset karena lantainya ternyata licin akibat bahan bakar minyak dan mereka bisa mencium baunya. Bangunan tersebut berlantai dua, dan diketahui hanya bagian dalam yang terbakar.

Sekolah itu tidak menyimpan bahan mudah terbakar seperti minyak tanah atas bensin. Mereka yang tewas berada di dalam satu tempat. Salah satu di antara mereka ada yang tidak terbakar sama sekali dan kelihatannya meninggal saat tidur di dipannya.

Pihak berwenang setempat mengatakan bahwa kebakaran terjadi karena kortsleting, namun warga setempat mengaku mendengar suara hantaman keras sebelum kebakaran terjadi. Warga tidak mengetahui asal suara itu, sebab mereka sedang tertidur lelap.

Mayat-mayat korban dikumpulkan di kamar mayat rumah sakit dan santri-santri yang selamat ditampung di sebuah kamp.

Sementara itu situs berita independen RB News (Rohingya Blogger News) melansir, meskipun pemerintah dan sebagian media setempat melaporkan bahwa kebakaran terjadi karena arus pendek listrik, sejumlah santri yang berhasil menyelamatkan diri dan saksi-saksi mata mengatakan, di sekolah madrasah dan masjid yang letaknya berdampingan itu tidak terdapat sambungan listrik saat peristiwa kebakaran terjadi. Oleh karenanya, api berkobar karena tempat tersebu sengaja dibakar orang.

Menurut sejumlah warga setempat, lima orang di dalam satu mobil terlihat melaju menuju Jalan Ke-48 itu pada pukul 1.30 dini hari tadi.

Salah seorang guru sekolah tersebut yang mengetahui madrasah itu terbakar bergegas berusaha memadamkan api, tetapi terpeleset dan jatuh ke bawah, karena menginjak semacam minyak tanah yang berceceran di lantai. Pakaiannya basah akibat minyak tersebut.

Alarm yang terletak di lantai bawah sekolah baru berbunyi lama setelah kebakaran terjadi.

Meskipun beredar kabar jumlah korban 17 orang, namun jumlah siswa yang meninggal dunia akibat kejadian itu sebenarnya 13 orang dan mayat mereka dibawa ke rumah sakit. Mereka adalah para santri hafidz yang belajar menghapal Qur`an, tulis RB News.

Guru yang pakaiannya basah terkena minyak saat jatuh terpeleset dan badannya juga terbakar itu ditangkap polisi. Saat ditanyai media dia mengatakan kebakaran terjadi karena sekolah itu sengaja dibakar. Namun polisi mengatakan kemudian, peristiwa terjadi karena kortlesting listrik.

Para saksi mata mengatakan, baju-baju yang dipakai santri anak-anak yang ditempatkan di penampungan basah dengan minyak diesel (solar) dan baunya tercium oleh mereka.

“Sekolah kami terdiri dari dua lantai. Kami tidak tahu kalau sekolah kami di bakar pada awalnya, dan saat kami tahu api sudah membesar. Kemudian, saat kami bergegas turun, kami melihat lantai diselimuti dengan bahan bakar minyak. Kami terpeleset menginjak minyak itu dan jatuh ke lantai. Kami berjumlah 70 orang di sekolah dan 51 di antara kami berhasil keluar dan menyelamatkan diri. Kami tidak menyimpan bahan bakar apapun di sekolah. Kebakaran mungkin berawal di tempat rak sepatu. Baju-baju kami masih tercium bau minyak,” kata salah seorang santri berusia 15 tahun kepada M-Media.

Eleven Media Grup yang didominasi orang-orang rasis melaporkan, kebakaran terjadi karena kejutan listrik.* (af/hdt)

Redaktur: Saiful Bahri

Muslim Belanda Rayakan Hari Mualaf Nasional

belanda-mualafdakwatuna.com – Belanda.  Muslim dari seluruh Belanda berkumpul di Masjid Biru, Amsterdam untuk merayakan Hari Mualaf Nasional pada Minggu (31/3).  Selain bersilaturahim, Muslim Belanda terutama para mualafnya juga mendegarkan ceramah dari tokoh-tokoh muslim di Negeri Kincir Angin itu. “Saya bahagia sekali hari ini,” kata Hans, 72, yang hari itu mengucapkan dua kalimat syahadat.

“Putera saya dan istrinya, serta ketiga cucu saya yang membuat tertarik pada Islam,” ujarnya seperti dikutip onislam. Hans adalah satu dari sembilan orang Belanda yang bersyahadat pada perayaan Hari Mualaf Nasional itu.  Hans mengaku terpikat pada Islam setelah melihat kehidupan keluarga anak lelakinya yang tentram dan damai.

“Ketika saya melihat bagaimana anak lelaki saya dan isterinya bicara dengan lemah lembut, dan berdoa pada Allah, menemukan solusi dengan bantuan Allah, saya sangat terkesan,” tutur Hans.

“Sekarang, saya akan berusaha mempelajari Islam lebih dalam lagi, dan mempelajari Al-Quran serta menghadiri ceramah-ceramah keagamaan,” sambungnya. Anak lelaki Hans masuk Islam delapan tahun yang lalu. Isterinya yang keturunan Tunisia, mengenalkannya pada Islam.

Hari Mualaf Nasional di Belanda yang tahun ini sudah memasuki tahun ke-6, diorganisir oleh organisasi Discover Islam Foundation bekerjasama dengan lembaga National Platform for New Muslim.

Lebih dari 1.000 orang hadir dalam event tersebut, termasuk sejumlah tokoh muslim dari berbagai negara sepeti Yusuf Estes dari AS, Hamza Tzortzis-mualaf dari Yunani, dan Farouk Al-Zouman, perempuan asal Arab Saudi pertama yang mendaki Gunung Everest pada tahun 2008.

Juru bicara Hari Mualaf Nasional, Jacob von der Blom mengatakan, jumlah orang Belanda asli yang masuk Islam selama beberapa tahun belakangan ini mengalami peningkatan dari 12.000 orang menjadi 15.000 orang.

Akhir bulan Maret kemarin, politisi dari partainya Geert Wilders–Wilders adalah politisi Belanda yang membenci Islam–menyatakan masuk Islam setelah mempelajari agama Islam dan muslim.

Di Belanda terdapat sekira satu juta muslim dari 16 juta total penduduk neger itu. Muslim di Belanda kebanyakan berasal dari Maroko dan Turki. (lna/tjk)

Redaktur: Saiful Bahri

yg muhafidz, yg semangat

wah, seru za. Bg yg blom tau n biar tambah semangat menghafal Al Qur’an.

ternyata :”

Pesepakbola Liga Premier Muslim yang menonjol kebanyakan berasal dari Perancis.

Diantara pesepakbola Muslim yang dikenal taat adalah gelandang Arsenal, Abou Diaby. Pemain 25 tahun berkewarganegaraan Perancis keturunan Pantai Gading ini ternyata hafal Al Qur’an hingga 19 juz.

Dalam akun twitter, salah satu pengajar Ebrahim Collage di London, Mufti Muhammad, @Mufti_Muhammad_ mengungkap kalau pesepakbola yang datang ke Emirates Stadium kandang Arseal pada tahun 2006 itu hafal 19 juz Alquran.

Bagi Diaby, kunjungan ke Ebrahim Collage adalah hal biasa. Sebab ia merasa nyaman berada dalam komunitasnya, seperti diberitakan Republika Online.

“In conversation with Arsenal Footballer Abu Diaby @ Ebrahim college dinner tonight, who’s memorised 19 ajza of Qur’an! (Dalam perbincangan dengan pemain Arsenal Abu Diaby di Ebrahim Collage pada momen makan malam, siapa yang hafal 19 juz Alquran,” sentil Mufti Muhammad kepada Diaby.

France v Brazil - International Friendly