Hukum-hukum yang Secara Umum Berkaitan dengan Kelahiran Anak

Abdullah-Nashih-Ulwanhasanalbanna.com –  Yang Harus Dilakukan Seorang Pendidik Saat Kelahiran Anak

Di antara keutamaan syariat Islam terutama bagi umat Islamnya sendiri, ialah bahwa syariat Islam telah menjelaskan tentang seluk beluk hukum dan dasar-dasar pendidikan yang berkaitan dengan anak. Dengan demikian seorang pendidik akan dapat melaksanakan kewajiban terhadap anak secara jelas. Sungguh merupakan keniscayaan bagi setiap orang yang bertanggung jawab terhadap masalah pendidikan untuk melaksanakan kewajibannya secara sempurna sesuai dengan prinsip-prinsip yang telah diletakkan oleh Islam dan yang digambarkan oleh pendidik pertama, Nabi Sholallahu ‘alaihi wassalam.

Berikut hukum-hukum penting yang wajib dilaksanakan oleh para pendidik pada masa kelahiran:

1.  Memberikan Ucapan Selamat dan Rasa Turut Gembira Ketika Seseorang Melahirkan

Dianjurkan kepada setiap muslim untuk segera memberikan ucapan selamat kepada sesama muslim yang melahirkan seorang anak. Hal ini dimaksudkan untuk memperkuat ikatan persaudaraan dan kecintaan antar keluarga muslim. Jika seseorang tidak berkesempatan untuk mengungkapkan rasa turut bergembira, maka baginya dianjurkan untuk memberikan ucapan selamat tersebut dengan cara mendoakan orang tua dan anaknya yang baru lahir. Semoga Allah menerima, mengabulkan, dan memeliharanya.

Continue reading “Hukum-hukum yang Secara Umum Berkaitan dengan Kelahiran Anak”

Bersyukurlah Kala Terkena Musibah!

Ahmad-Mudzoffar-Jufri-460x250hasanalbanna.com – Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Dan apapun bentuk musibah yang menimpa kalian, maka itu adalah disebabkan oleh ulah tangan-tangan kalian sendiri, padahal Allah memaafkan (menutupi dan tidak menghukum) sebagian besar yang lain (diantara kesalahan-kesalahan kalian).” (QS. Asy-Syura [42]: 30)

Kita tidak bisa membayangkan seandainya seluruh kesalahan, kelalaian, keteledoran, pelanggaran, kemaksiatan dan dosa kita, disingkap dan dibeber semuanya serta dihukum setimpal oleh Allah Ta’ala di dalam hidup di dunia ini! (lihat misalnya QS. An-Nahl [16]: 61) dan QS. Fathir [35]: 45). Allahumma ‘afwaka..! Ya Allah, ampunan-Mu-lah yang selalu kami harap..!

Continue reading “Bersyukurlah Kala Terkena Musibah!”

Tugas Pembimbing dan Pengajar

Said-Hawwa-460x250hasanalbanna.com – Pertama, belas kasih kepada murid dan memperlakukannya sebagai anak. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Sesungguhnya aku bagi Mian adalah bagaikan bapak terhadap anaknya.”[1] Dengan tujuan menyelamatkan mereka dari api akhirat, bahkan ini lebih penting ketimbang penyelamatan kedua orang tua terhadap anaknya dari api dunia. Oleh karena itu, hak guru lebih besar dari hak kedua orang tua. Karena orang tua adalah sebab keberadaan sekarang dan kehidupan yang fana sedangkan guru adalah sebab kehidupan yang abadi. Kalau bukan karena guru niscaya apa yang diperoleh dari pi’hak bapak akan berjalan kepada kehancuran lerus-menerus. Sesungguhnya guru adalah orang yang bermanfaat bagi kehidupan akhirat yang abadi —yakni guru ilmu-ilmu akhirat atau ilmu-ilmu dunia yang dimaksudkan untuk akhirat bukan untuk tujuan dunia.

Continue reading “Tugas Pembimbing dan Pengajar”

Keutamaan Hari Senin dan Kamis

matahari-terbit-300x200rumahkeluarga-indonesia.com – Hari Senin dan Kamis merupakan dua hari yang dianjurkan untuk berpuasa bagi kaum Muslimin. Bukan apa-apa memang dikarenakan di kedua hari ini, Rasul lahir, wafat, diangkat jadi Rasul, dan lain sebagainya. Berikut adalah keutamaan kedua hari ini.

1.   Di antara keutamaan dan keberkahannya, bahwa pintu-pintu surga di buka pada dua hari tersebut, yaitu Senin dan Kamis. Pada saat inilah orang-orang Mukmin diampuni, kecuali dua orang Mukmin yang sedang bermusuhan.

Dalil yang menguatkan hal ini adalah hadits yang termaktub dalam shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

Continue reading “Keutamaan Hari Senin dan Kamis”

Berpura-pura Jadi Pengemis Demi Berguru Pada Imam Ahmad

perjalanan-320x241dakwatuna.com – Pakaiannya compang-camping, lusuh, kusam. Ia berjalan dengan bantuan tongkat dan berpura-pura pincang. Rambut dan jenggotnya dibuat semrawut. Dengan tampang meyakinkan, tak akan ada seorang pun yang tahu bahwa ia adalah pengemis palsu. Benar, tak ada satu pun warga yang menguak identitas aslinya. Ia merupakan seorang ulama dari Andalusia (saat ini Spanyol dan negara sekitar), Imam Baqi bin Mikhlad.

Saat itu ia ingin sekali belajar pada salah satu imam empat, Imam Ahmad. Ia pun berangkat dari Eropa, menyeberangi Laut Tengah menuju Afrika, kemudian melanjutkan perjalanan panjang ke Baghdad, Irak, tempat tinggal Imam Ahmad. Tanpa kendaraan, Baqi yang saat itu masih berstatus penuntut ilmu menempuh perjalanan panjang dengan berjalan kaki. Hanya satu tujuannya, berguru pada sang imam.

Namun, Baqi mendengar kabar mengejutkan begitu tiba di Baghdad. Khalifah yang berkuasa saat itu jauh dari jalan Islam yang hanif. Imam Ahmad yang vokal pada kebenaran pun bereaksi menasihati khalifah. Namun, sang imam yang sangat mengagungkan Al-quran dan sunah justru difitnah hingga dikucilkan. Ia juga dilarang mengajar ataupun mengumpulkan para penuntut ilmu. Imam Ahmad dianggap menentang paham yang dianut kekhalifahan. Sedih lah hati Baqi mendengar kondisi Imam Ahmad, guru yang diharapkannya memberikan ilmu barang satu ayat.

Continue reading “Berpura-pura Jadi Pengemis Demi Berguru Pada Imam Ahmad”